loading...

Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam

Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam - Hallo sahabat Bagi Bagi Berita, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Unik dan Aneh, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam
link : Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam

Baca juga


Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam

loading...
Beberapa tahun lalu, warga salah satu desa Lamongan digegerkan dengan berita meninggalnya Ratih. Ketika itu jasad janda beranak dua itu menghitam. Adakah itu terkait dengan kebiasaannya meremehkan shalat hanya takut dandanannya rusak ? Berikut kisahnya...



Semua warga tampak kaget ketika melihat kenyataan tersebut, namun hal itu merupakan pelajaran yang cukup berarti bagi mereka, khususnya para perempuan yang suka berdandan dan bahkan rela meninggalkan shalatnya gara - gara takut dandanannya rusak.

Kisah. itu bermula ketika Ratih hendak pergi ke rumah salah satu kerabatnya yang sedang melaksanakan pesta pernikahan. Pesta pernikahan itu rencananya akan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, sejak menjelang matahari tenggelam, Ratih sudah mandi dan mulai mempersiapkan baju dan peralatan dandannya.

Sehabis mandi, janda beranak dua itu pun sudah berdandan habis - habisan. Seusai azan Magrib, salah satu anaknya masuk ke ruangannya. "Ibu udah shalat, kok sudah berdandan ?" tanya salah satu anak gadisnya tersebut. "Udah ah, jangan berisik !" terang Ratih. Ia pun kemudian melanjutkan merias wajah dan rambutnya, ia tak peduli pada peringatan anaknya untuk shalat.

Tak ada yang tahu pasti apa sebenarnya yang terjadi pada Ratih, sebelumnya ia berjanji pada anaknya untuk menjemputnya sepulang dari undangan pernikahan tersebut, tapi hingga menjelang tengah malam, Ratih pun ternyata tak kunjung datang juga. Akhirnya kedua anaknya yang berada di rumah bibinya merasa panik dan mereka ingin pulang ke rumahnya. Namun, mereka minta ditemani oleh bibinya.

Akhirnya mereka bertiga pun datang ke rumah Ratih dan ternyata pintunya tidak dikunci, mereka pikir Ratih sudah datang.

"Awalnya saya mengira Ratih sudah datang, mungkin masih ganti baju atau lagi mandi, jadi saya antar anak - anaknya di depan pintu saja," ucap Barirah, saudara sepupu Ratih.

Namun, baru beberapa langkah dari rumah Ratih, Barirah tiba - tiba mendengar suara jeritan kedua anak Ratih. Ternyata, kedua anak Ratih menangis histeris, sambil berusaha membangunkan Ratih yang tergeletak di depan meja riasnya, dilihatnya tampak beberapa alat rias masih ia genggam. Tak ada darah ataupun tanda - tanda kekerasan di tubuh Ratih, tapi matanya tampak membelalak dan ia sudah tak bernyawa lagi.

WAJAH MENGHITAM

"Inna Illahi wa inna ilaihi raaji'uun," Ucap Barirah seketika. Ia pun langsung memanggil beberapa tetangga untuk membantunya mengangkat tubuh Ratih yang tergeletak di lantai, sekaligus ia memastikan apakah Ratih benar - benar meninggal dunia atau tidak.

Jenazah Ratih pun langsung diurus malam itu juga, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyalatinya. Semuanya berjalan normal - normal saja. Tapi, jenazah itu tidak bisa dikuburkan malam itu karena terkendala penerangan di area pemakaman. Akhirnya keluarganya pun memutuskan untuk menguburkan jenazahnya keesokan harinya.

Pada saat proses penguburan jenazah itulah ada beberapa keanehan yang tampak di mata warga. Mulai dari jenazah yang cukup berat hingga harus diangkat oleh sebelas orang, sampai pada proses penguburan jenazahnya. "Jenazahnya itu katanya berat sekali, itu kata suamiku karena ia takut mengangkatnya," terang Barirah.

Namun, yang paling aneh, ketika jenazah tiba di bibir liang lahat dan hendak dipindahkan ke dalam lubang kuburan, jenazah itu tiba - tiba lepas dari genggaman orang - orang yang mengangkatnya karena jenazahnya yang cukup berat. Akhirnya jenazah itu pun jatuh dan beberapa warga ada di dalam kubur hendak menangkapnya, namun mereka tak kuat, akhirnya sebagian kain kafan jenazah tertarik hingga sebagian tubuhnya terbuka cukup jelas.

"Astagfirullah... !" seru beberapa warga secara spontan ketika melihat ternyata tubuh jenazah yang ketika hidupnya itu putih mulus, ternyata hitam mengkilat seperti terbakar, bahkan sebagian wajahnya yang terlihat pun tampak hitam lebam. "Orang - orang langsung kaget dan tampak tertegun sebentar melihat wajah Ratih yang hitam, padahal ia orangnya putih," terang Barirah

ENGGAN SHALAT

Menurut penuturan Barirah, yang ia dapat dari cerita anak - anaknya, ternyata selama hidupnya, Ratih memang kerap kali suka berdandan, padahal itu tidak punya suami. Bahkan, kadang - kadang dandanannya berlebihan. Disamping itu Ratih juga kerap sekali bersikap genit pada laki - laki dan suka menggodanya pula. Bahkan, tak sedikit laki - laki yang sudah berjalan bersama dengan Ratih, namun tak satu pun di antara mereka yang mau menikahi Ratih.

Bahkan, yang lebih parah lagi, Ratih ternyata tidak pernah melakukan shalat, bahkan sangat jarang anak - anaknya melihat Ratih Shalat. "Ya nggak tahu, padahal sebelumnya ia tak pernah begitu, ia bisa saja shalat dan puasa, tapi sejak beberapa tahun terakhir ini, dia memang agak berlebihan sikapnya pada laki - laki," terang Barirah.

Tidak hanya itu, pernah pada suatu ketika dalam sebuah perjalanan rombongan, ketika semua orang berhenti untuk shalat, Ratih malah diam saja di dalam mobil. "Ayo Bu, Kita shalat dulu," Ajak anak Ratih yang masih duduk di bangku sekolah SMP itu. "Udah, kamu aja duluan, entar Ibu susah dandannya lagi," Ucap Ratih pada anaknya.

Selama ini anak - anak Ratih memang lebih dekat dengan Barirah karena setiap harinya Ratih pergi bekerja. Dan dari Barirahlah ia mendapatkan pendidikan Agama. Sementara Ratih asyik bekerja dan berdandan berjalan - jalan dengan teman - temannya.

"Mungkin karena itulah, Ratih ketika meninggal dunia wajahnya menghitam dan tampak mengerikan, ini mungkin pelajaran buat kita semua," terang Barirah.

"Semoga saja dosa - dosanya diampuni," pungkasnya.
Allah SWT berfirman, artinya, "Dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah." (QS Ar Rum : 31).
Nah, Semoga kisah dari Ratih ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semuanya bahwa Shalat merupakan Tiang Agama dan juga Perintah Allah SWT kepada Umatnya, maka dari itu jangan tinggalkan Shalat karena suatu hal apapun.

from Berita Unik dan Aneh http://ift.tt/2llpKpJ
noreply@blogger.com (Mukti Effendi) http://ift.tt/2jXj7gh http://ift.tt/2kjEEwy


Demikianlah Artikel Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam

Sekianlah artikel Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam dengan alamat link https://akubagiberita.blogspot.com/2017/02/begini-akibatnya-meremehkan-shalat-mati.html
loading...

0 Response to "Begini akibatnya Meremehkan Shalat, Mati Wajah Menghitam"

Posting Komentar